Senin, 30 Mei 2011

Sad Story 'bout Love ...

You taught me so much right to the end
You showed me things I didn't know about
Even when you abandoned me and left me
You seem to be still around me

You taught me love, made me understand happiness
You taught me about separation, made me understand tears
You made me understand things I didn't want to know about

Because of you, I drank the alcohol I couldn't before
Listening to the lyrics of songs that I have no interest in
Drinking because I want to forget
Missing you again when I drink
Why did you leave without teaching me the way to forget

You were so full of affection right to the end
You left so much behind for me
You left me crying, with our memories
You left me in pain, with hurt
You left me with an illness of the heart that I can't cure

Because of you, I drank the alcohol I couldn't before
Listening to the lyrics of songs that I have no interest in
Drinking because I want to forget
Missing you again when I drink
Why did you leave without teaching me the way to forget


I can feel myself ruining my body
(Yeah) I am loser
My face slowly gets clouded over
Tears well in my eyes again, and the feeling is spreading though my whole body
The chill is creeping right into my bones, please save me
You showed me the happiness that I didn't need to know
Even though its a happiness I once lived without, I can't do without it now
I don't know what to do now that you've disappeared so suddenly
I miss you more than anything else

There isn't a day that I'm sober
I can't live without alcohol
I see your reflection in my glass, and my tears again, erase you away
Why did you leave without teaching me the way to forget
Why did you leave without teaching me the way to forget

Tips – tips Menjadi Wanita Bahagia


Tips Kebahagiaan (1):

µ Bertanggung jawab pada kehidupan diri sendiri

µ Biarkan orang lain mengambil tanggung jawab untuk diri mereka sendiri

µ Sediakan waktu untuk santai

µ Berteman dengan orang yang anda suka dan dengan orang yang membuat anda bahagia

µ Makan makanan yang bergizi

µ Santai, jangan tergesa-gesa

µ Hindari hal yang membahayakan tubuh dan menyakiti orang lain, walaupun itu memungkinkan

µ Berikan berbagai hadiah kepada diri sendiri

µ Silakan egois jika memang dibutuhkan, tanpa perlu merasa bersalah

µ Rencanakan sesuatu yang membuat anda menantikannya

µ Perhatikan penampilan

µ Sering-sering berolahraga dan meningkatkan kondisi fisik dan psikis tubuh

µ Tidur yang cukup

µ Berikan kesempatan pada orang lain untuk mengenal anda

µ Puji diri sendiri


Tips Menerima Perbedaan:

µ Lapangkan hati

µ Ingatlah bahwa dia (pasangan kita) bukanlah diri kita

µ Lihatlah persamaan antara kita, kalau perlu tuliskan daftar persamaan tersebut

µ Jangan mengungkit-ungkit perbedaan


Tips Berkomunikasi dengan Pasangan:

µ Pilihlah waktu yang tepat

µ Tegar, tidak diikuti air mata. Katakan apa yang ingin disampaikan dengan jelas dan tepat

µ Mengungkapkan dengan tulus apa yang dirasakan

µ Hindari jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’. Gunakan pertanyaan terbuka, seperti “Bagaimana perasaan kamu tentang ...”

µ Jadilah pendengar yang baik

µ Hargai pendapat pasangan

µ Jangan memotong pembicaraan

µ Tatap matanya, tetapi tidak melotot

µ Empati


Tips Meningkatkan Self-Esteem (Penghargaan Diri):

µ Lakukan sesuatu yang membuat diri senang

µ Bersikap baik pada diri sendiri

µ Perhatikan bahasa tubuh

µ Bersikap tegas, tunjukkan bahwa apa yang anda inginkan itu penting

µ Perhatikan penampilan anda

µ Hindari orang yang membuat anda tidak nyaman

µ Manfaatkan orang yang ada disekitar anda untuk membantu anda


Tips Berpikiran Positif:

µ Cari informasi sebanyak mungkin

µ Waspadai perasaan (mood) anda, seperti capek, stres, PMS, yang membuat kita mudah berpikiran negatif

µ Berani mencoba, sehingga menambah pengalaman kita terhadap sesuatu

µ Jika di pikiran anda timbul pertanyaan “Seharusnya ...” atau “Semestinya ...” hentikan segera dan pikirkan mengapa?

µ Kita semua sama. Jangan terlalu keras pada diri sendiri ataupun orang lain, terkadang pikiran negatif menguasai kita dan hal tersebut sebenarnya wajar, jika tidak berlebihan.


Tips agar merasa tidak sendiri:

µ Sering mengingat nikmat Tuhan

µ Bergaul, bergabung dengan organisasi, mailing list, atau lainnya

µ Sering memberikan bantuan

µ Aktif di berbagai kegiatan


Tips Melupakan Masalah:

µ Lakukan aktivitas, jangan beri kesempatan pada diri sendiri untuk melamun

µ Alihkan pikiran dengan mengingat sesuatu yang membuat hati bahagia

µ Cobalah tersenyum bahkan tertawa dengan membaca ataupun menonton film

µ Lihatlah gambar-gambar lucu ataupun indah

µ Salurkan hobi

µ Jalan-jalan dengan orang yang disayangi

µ Dengarkan sesuatu yang membuat hati senang


Tips Bersyukur:

µ Mulai dari mensyukuri hal yang paling kecil

µ Berhenti mengeluh

µ Berpikir positif

µ Buat daftar hal yanng harus disyukuri, bacalah setiap hari

µ Fokus pada hal yang baik


Tips Kebahagiaan (2):

µ Cintailah diri sendiri, sebelum anda ingin orang lain mencintai anda

µ Hargailah diri sendiri, sebelum anda ingin orang lain menghargai anda

µ Sediakan waktu untuk santai

µ Berteman dengan orang yang anda suka dan dengan orang yang membuat anda bahagia

µ Tenang, jangan tergesa-gesa dalam menjalani rutinitas

µ Hindari hal yang membahayakan tubuh

µ Hindari menyakiti orang lain, walaupun itu memungkinkan

µ Berikan diri sendiri berbagai hadiah

µ Rencanakan sesuatu yang membuat anda menantikannya

µ Perhatikan penampilan diri pribadi

µ Olahraga yang teratur

µ Berikan kesempatan pada orang lain untuk kenal dengan anda

µ Puji diri sendiri

Wanita yang Bahagia Bisa Membahagiakan Orang di Sekitarnya

Orizon Sweat mengatakan : “Adalah sebuah keberuntungan bahwa Napoleon mempersunting puteri Josephine sebagai pendamping hidupnya sebelum ia menjadi pemimpin dan melakukan banyak penaklukan. Tutur kata yang lembut dan pribadinya yang istimewa lebih kuat ketimbang pengabdian dari sejumlah pengikut Napoleon. Ia mampu membahagiakan orang-orang yang ada disekitarnya. Ia tidak pernah memerintah orang lain secara langsung, bahkan walaupun pada hamba sahayanya. Kepribadiannya itu dapat dilihat dalam ucapannya kepada salah seorang teman wanitanya : “Aku tidak pernah memakai kata aku ingin kecuali pada satu kalimat : Aku ingin semua orang yang ada disekitarku bahagia.”

Seorang penyair Inggris memujinya dengan mengatakan : “Pada suatu pagi yang indah ia melewati sebuah jalan, dan keagungan pagi itu terus berlanjut hingga siang harinya.” Pada kenyataannya, kelembutan itu akan menebarkan kebahagiaan di antara kita dan orang-orang di sekitar kita, bahkan pada benda mati di sekitar kita. Kelembutan adalah kecantikan abstrak tanpa batas. Bagi laki-laki, kelembutan itu sama pentingnya dengan kecantikan perempuan. Bagi perempuan, kelembutan itu akan semakin menambah kecantikannya.

Pencerahan : Apakah ia bahagia dengan mempertontonkan kecantikan dan keelokannya di hadapan anjing-anjing dan serigala-serigala berwujud manusia?

Adu Kepandaian

Seorang yang merasa diri sebagai cendikiawan mendatangi kota tempat Nasruddin tingggal. Dia bertanya, dengan maksud menguji, siapa orang yang paling pandai di kota ini. Orang-orang mengatakan bahwa Nasruddin adalah orang yang paling pandai.

Lalu cendikiawan itu menemui Nasruddin.

“Wahai Mullah Nasruddin, kata orang-orang, engkau adalah orang paling pandai di kota ini. Oleh karena itu, jawablah 40 pertanyaanku dengan satu jawaban. Kalau kau bisa, berarti kau memang benar-benar pandai.”

Nasruddin mempersilahkan cendikiawan itu mengajukan pertanyaan. Setelah semua petanyaan itu diajukan, Nasruddin menjawab dengan pasti.

“Satu jawaban untuk semua pertanyaan Anda adalah aku tidak tahu!”

Adu kepandaian, apabila bertujuan untuk menjadikan diri kita rendah hati karena ternyata ada orang yang lebih pandai daripada kita, tidaklah masalah. Atau, untuk membungkam dan menghancurkan kesombongan seseorang, itupun boleh-boleh saja. Atau, untuk memacu diri agar kita terus menerus belajar dan menimba ilmu, itu juga baik-baik saja.

Yang tidak baik adalah apabila kita menantang seseorang beradu kepandaian untuk memuaskan nafsu mengalahkan yang tersembunyi dalam hati kita, karena ini akan meninggalkan dendam yang berkepanjangan apabila kita berada di pihak yang kalah. Dan, jika ternyata kita yang keluar sebagai pemenang, kita bisa jumawa. Kita jadi arogan karena merasa tidak ada orang yang lebih hebat daripada kita.

Namun, kadang-kadang, kita beradu kepandaian untuk hal-hal yang tidak berguna sama sekali. Misalnya, hanya untuk mengakui kepandaian seseorang atau seseorang mengakui kepandaian kita. Ini ‘kan konyol namanya. Apa untungnya orang tau kepandaian kita? Dan, apa ruginya kalau kita tidak tahu kepandaian orang?

Nah, Nasruddin tampaknya ingin menghentikan kebiasaan orang yang menantangnya itu dengan cara yang naif. Yaitu dengan mengakui bahwa dia tidak bisa menjawab semua pertanyaan sang penantang dalam satu jawaban. Jawaban Nasruddin itu menunjukkan betapa rendah hatinya dia kepada orang lain. Sebagai “tokoh” yang disegani masyarakat, dia tidak malu mengakui kekurangannya. Namun, dari jawaban itu, kita juga tahu, betapa cerdiknya sang Mullah.

Bisa jadi, Nasruddin bulan tidak tahu jawaban yang sebenarnya untuk pertanyaan lawannya. Akan tetapi, dia merasa apabila pertanyaan lawannya itu dijawab dengan sebenarnya, kesombongan orang itu tetap tidak akan hilang. Dia pasti akan datang lagi membawa pertanyaan-pertanyaan yang lebih konyol dan sulit. Oleh karena itu, dia harus menjawab dengan jawaban yang membuat lawannya kapok dan tidak akan kembali lagi. Mendengar jawaban naif Nasruddin, yang oleh masyarakat-nya diakui sebagai orang paling pandai, tentu orang itu merasa salah alamat. Untuk apa dia datang jauh-jauh kalau hanya untuk mendengar jawaban tolol seperti itu. Itu artinya, perjalanannya sia-sia.

Kepandaian seseorang tidak akan bermanfaat apabila dia tidak bisa memetik hikmah dari kepandaiannya. Sebab biasanya, orang pandai adalah orang yang hidupnya diliputi oleh hikmah. Mungkin, anda masih ingat ketika Luqman Al-Hakim, si Bijak, menasehati anaknya dengan kalimat-kalimat yang indah. Dan, nasehatnya itu diabadikan oleh Allah dalam Al-Quran yang nama surahnya juga merupakan namanya, Surah Luqman.

"Dan, janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan, sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya, seburuk-buruk suara adalah suara keledai." (QS Luqman [31]: 18-19).

Luqman menasehati anaknya agar jangan menganggap orang lain “kecil” dan tidak ada apa-apanya. Seolah dia berkata,

“Betapapun pandainya kamu, jangan pernah remehkan orang lain. Janganlah ilmu yang kamu miliki menjadikanmu angkuh dan sombong. Ingatlah, iblis diusir dari surga karena kesombongan dan keangkuhannya. Sederhanalah dalam berjalan sehingga orang tidak menganggapmu lemah dan menghinakanmu, atau mereka menganggapmu angkuh sehingga mereka takut kepadamu ... Dan, bertutur katalah dengan lembut, jangan lukai telinga dan hati orang dengan lidah dan suaramu. Jangan seperti keledai, yang ketika ia bersuara, orang merasa terganggu dan mengumpat-ngumpat karenanya!”

Barangkali, penduduk di daerah Nasruddin merasa terganggu dengan “suara” orang yang mengaku cendikiawan itu sehingga mereka merasa perlu membungkam kesombongannya lewat ketololan Nasruddin.