Sabtu, 11 Juni 2011

11 Gejala Kanker yang Tak Boleh Diabaikan



img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Kanker adalah penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang. Namun kanker masih bisa ditangani bila didiagnosa sejak awal. Untuk itu, ada beberapa gejala kanker yang perlu diwaspadai dan tidak boleh diabaikan.

Gejala-gejala awal kanker sering diabaikan oleh pasien karena dianggap bisa hilang dengan sendirinya. Padahal semakin dini kanker dideteksi, maka semakin besar harapan hidup pasien.

Setidaknya adal 11 gejala kanker yang tidak boleh diabaikan, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (11/6/2011):

1. Berat badan turun secara tak terduga
Banyak wanita akan senang menurunkan berat badan tanpa harus olahraga atau diet ketat, tetapi ini mungkin berubah menjadi gejala kanker kecuali tidak disebabkan oleh kelenjar tiroid hiperaktif. Oleh karena itu, penurunan berat badan yang tak terduga dan tidak disengaja tidak boleh diabaikan.

2. Kembung
Kembung begitu umum dirasakan oleh banyak orang, tapi kalau kembung dirasakan terus-menerus untuk jangka waktu yang lebih lama, maka itu adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan. Waspadai gejala lain seperti nyeri panggul, masalah kencing, inkontinensia (ketidakmampuan mengontrol BAB) dan perasaan kenyang bahkan tanpa makan banyak. Gejala-gejala ini dapat menunjukkan gejala kanker ovarium.

3. Perubahan pada payudara
Untuk meningkatkan kesadaran kanker payudara, banyak wanita sekarang telah mengembangkan kebiasaan pemeriksaan diri. Mereka biasanya mencari benjolan, tapi ini bukan satu-satunya gejala. Wanita juga harus berhati-hati kemerahan dan penebalan kulit payudara. Ruam selama beberapa minggu akan memerlukan perhatian medis.

4. Perdarahan yang tidak biasa
Jika Anda mengalami perdarahan yang tidak biasa di antara periode menstruasi, maka itu tidak boleh diabaikan. Sayangnya, banyak wanita premenopause cenderung mengabaikan ini. Hal ini dapat merupakan gejala kanker rahim, endometrium atau kolorektal. Jika darah muncul dalam air seni atau kotoran maka bisa lebih dari sekedar wasir. Hal ini dapat menandakan kanker usus besar, kandung kemih atau ginjal.

5. Perubahan kulit
Hati-hati pada perubahan kulit seperti pigmentasi berlebih, perdarahan atau pembentukan tahi lalat baru. Ini bisa menjadi gejala kanker kulit.

6. Kesulitan menelan
Kesulitan dalam menelan makanan atau tidak nyaman setelah menelan makanan, jika terus terjadi selama beberapa hari, maka harus mendapat perhatian dokter. Ini mungkin menunjukkan kanker kerongkongan.

7. Perubahan di dalam mulut
Jika Anda seorang perokok atau mengonsumsi segala bentuk tembakau, maka Anda akan perlu memeriksa setiap bercak putih di lidah dan bagian dalam mulut. Hal ini dapat menjadi tanda kanker mulut atau leukoplakia.

8. Sakit terus-menerus
The American Cancer Society menyatakan bahwa setiap rasa sakit terus-menerus atau sakit di dalam tubuh harus diperiksa sebagai gejala kanker, meskipun semua rasa sakit tidak selalu menunjukkan perkembangan kanker.

9. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika terjadi pembesaran kelenjar getah bening di leher atau di ketiak dan berlangsung selama lebih dari satu bulan, maka perlu mendapat perhatian medis.

10. Demam dan batuk terus-menerus
Bila demam dan batuk terjadi secara terus-menerus namun tidak disebabkan karena influenza atau infeksi lainnya, maka itu bisa menjadi gejala leukemia atau limfoma. Batuk dapat menyertai flu dan pilek atau demam, tetapi jika batuk tetap berlangsung selama lebih dari 3 minggu, maka tidak boleh diabaikan.

11. Perubahan testis
Kanker testis banyak terjadi pada pria yang pada kelompok usia 20 hingga 39 tahun. Pemeriksaan diri pada testis secara teratur perlu dilakukan dan setiap perubahan dalam penampilan tidak boleh diabaikan.

Rabu, 08 Juni 2011

mylullaby: Bahaya Tidur Terlalu Malam

mylullaby: Bahaya Tidur Terlalu Malam

Bahaya Tidur Terlalu Malam

Tanpa kita sadari, tidur terlalu malam bisa merusak hati. Dalam jangka waktu yang cukup lama, jika dibiarkan akan menyebabkan kanker hati seperti pada gambar dibawah ini.

Mengapa bisa terjadi?
Berikut penjelasan singkat, korelasi antara tidur terlalu malam dan kerusakan hati.
Malam hari pk 9 – 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
Malam hari pk 11 – dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati,harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Dini hari pk 1 – 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
Dini hari pk 3 – 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
Pagi pk 5 -7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
Pagi pk 7 – 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9 -10 daripada tidak makan sama sekali.
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang.

[Suplemen]
Selain tidur terlalu malam, penyebab kerusakan hati lainnya adalah :
1. Tidak buang air di pagi hari.
2. Pola makan yang terlalu berlebihan.
3. Tidak makan pagi.
4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
6. Minyak goreng yang tidak sehat.
Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
7. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3 – 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.
Dan jangan lupa berolahraga.

Senin, 30 Mei 2011

Hati-hati, Legging Bisa Bikin Gemuk

Legging adalah satu dari bawahan favorit para wanita. Rasa nyaman dan simpel memang bisa didapatkan dengan mengenakan legging. Tetapi tahukah Anda kalau mengenakan legging bisa membuat gemuk.

Itu karena legging bisa memicu otot "malas" dan perut tidak tersangga dengan baik sehingga cenderung menggelambir. Beberapa ahli fisioterapi memperingatkan hal ini karena banyak wanita menjadikan legging sebagai celana sehari-hari.

"Legging terasa nyaman dan bisa membuat penampilan tetap menarik, tetapi ada sisi negatifnya. Legging memang menyangga quadriceps [otot paha], otot bokong dan inti otot pada perut dan melakukan fungsi yang seharusnya dilakukan otot. Akibatnya, otot tidak bekerja dan jadi tidak kencang," kata Sammy Margo, ahli fisioterapi, seperti dikutip dari Daily Mail.

Hal ini diperburuk dengan fungsi legging yang bisa menutupi kekurangan kaki, seperti kaki yang besar atau selulit di sekitar betis. Fungsi ini ternyata bisa membuat wanita malas untuk berolahraga demi mendapatkan kaki yang indah.

"Legging menyembunyikan bagian kaki yang tidak kita sukai. Sehingga kita cenderung malas untuk berolahraga demi memperbaikinya," kata Margo.

Bukan hanya wanita biasa yang suka mengenakan legging. Michelle Obama, Gwyneth Paltrow, Katy Perry dan Victoria Beckham, terlihat seringkali mengenakan legging pada beberapa kesempatan. Bahkan di panggung fashion, legging mendapat tempat tersendiri dan lycra legging mulai jadi tren pada 2006.

Jika memang Anda termasuk pecinta legging, sebaiknya kurang risiko otot "malas" dan perut menggelambir dengan latihan harian. Hal ini demi mendapatkan kembali kekuatan otot dan tubuh menjadi lebih kencang.

Berjalan kaki dengan memasang beban bisa Anda lakukan atau latihan menahan perut lalu melepaskannya. Caranya cukup mudah, cukup tahan perut selama lima detik lalu lepaskan.

"Tahan perut lalu lepaskan sambil membuang napas. Kalau perlu, ikat seutas tali di sekitar perut dan biarkan sepanjang hari," kata Margo.

Ide mengikat tali di perut adalah untuk menjaga agar Anda tetap menahan perut meskipun mengenakan legging. Dengan cara ini otot tetap bekerja dengan efektif. Butuh waktu sekitar enam minggu untuk melihat hasilnya.

Waspada Thalassaemia Sebelum Menikah

Belum banyak orang yang mengetahui detil penyakit thalassaemia. Tidak sepopuler penyakit jantung, tapi thalassaemia justru lebih mematikan dan belum bisa disembuhkan hingga saat ini. Apalagi, jumlah pengidap penyakit bawaan ini semakin meningkat.


Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, saat ini terdapat 7 persen penduduk dunia membawa sifat thalassaemia. Lalu, hampir 10 persen penduduk Indonesia merupakan pembawa sifat penyakit ini, bahkan mungkin lebih besar jumlahnya.

Thalassaemia adalah penyakit keturunan karena adanya kelainan genetik pada gen globin alpha dan atau globin beta sehingga rantai globin tidak terbentuk sempurna. Akibatnya, produksi hemoglobin berkurang. Sehingga, usia sel darah merah jadi lebih pendek karena mudah rusak.

Secara genetis, thalassaemia dibagi menjadi dua. Yaitu thalassaemia alpha, yang terjadi pada globin alpa dan thalassaemia beta, yang terjadi pada globin beta. Di Indonesia sendiri, lebih sering ditemukan penderita dengan thalassaemia beta.

Berdasarkan derajat kelainannya, thalassaemia dibedakan menjadi thalassaemia mayor dan minor. Penderita thalassaemia mayor memerlukan transfusi darah 2 bulan sekali atau satu bulan sekali tergantung kadar Hb dalam darahnya. Selain itu, dibutuhkan juga penggunaan obat kelasi besi untuk menetralisir kelebihan zat besi dalam tubuh. Karena, kelebihan zat besi dapat merusak organ tubuh mereka.

"Dalam satu hari, manusia memerlukan satu miligram zat besi, jika berlebihan, sisanya akan menumpuk di organ-organ tubuh. Timbunan zat besi pada organ akan mengganggu kinerja organ tersebut, organ pun menjadi lemah," ujar Elva Aprilia Nasution, Product Specialist Thalassaemia Prodia, saat ditemui di Jakarta.

Timbunan zat besi kerap kali ditemukan pada jantung. Inilah penyebab mayoritas pengidap thalassaemia mayor meninggal karena lemah jantung atau penyakit jantung, selain karena HIV dan hepatitis akibat tranfusi darah yang tidak benar.

Orang dengan thalassaemia mayor memiliki ciri-ciri berwajah pucat serta limpa membesar akibat besarnya sel darah merah yang dibuang. Termasuk perubahan bentuk muka seperti penonjolan tulang dan lebam, bercak-bercak hitam pada kulit karena timbunan zat besi, gangguan pertumbuhan, dan menderita gizi buruk.

Berbeda dengan thalassaemia mayor, orang dengan thalassaemia minor hanya membawa sifat thalassaemia dan tidak menderita penyakit. Akan tetapi, orang dengan thalassemia minor atau disebut pembawa sifat thalassaemia dapat menghasilkan anak thalassaemia mayor jika menikah dengan orang yang juga pembawa sifat.

Penyakit ini adalah penyakit turunan yang tidak dapat disembuhkan. Dan, dapat menular pada keturunan selanjutnya, maka pencegahan hanya dapat dilakukan dengan menghindari perkawinan sesama pembawa sifat.

Pengobatan untuk penyakit thalassaemia termasuk mahal. Menurut data dari laboratorium medis, Prodia, satu orang anak dapat menghabiskan Rp200-300 juta per tahun. Biaya ini sudah termasuk biaya transfusi darah dan obat kelasi besi. Jika tidak dilakukan pengobatan, anak dengan thalassaemia mayor hanya dapat bertahan beberapa bulan saja atau paling lama 2 tahun.

Bagaimana pencegahannya?

Sebelum menikah, pasangan dianjurkan untuk melakukan tes kesehatan melalui pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah mereka membawa sifat atau tidak. Jika sesama pembawa thalassaemia menikah, mereka akan memiliki kemungkinan anak 25 persen normal, 50 persen pembawa sifat, dan 25 persen thalassaemia mayor.

Kemungkinan ini terjadi secara beracak. Jika sudah terlanjur hamil, ibu harus menjalani tes pranatal pada usia kehamilan 2 bulan untuk mengetahui kondisi jabang bayi. Jika ternyata bayi menderita thalassaemia mayor, pasangan tersebut diberikan pilihan mempertahankan kehamilan atau menggugurkannya.

Lalu, jika salah satu pasangan adalah penderita thalassaemia mayor dan yang lainnya adalah pembawa sifat, maka mereka akan menghasilkan kemungkinan anak 50 persen thalassaemia mayor, dan 50 persen pembawa sifat. Kedua kondisi di atas sangat tidak dianjurkan untuk memiliki anak kandung.

Namun, jika salah satu dari pasangan menikah adalah pembawa sifat, sedangkan yang lainnya normal, maka mereka memiliki kemungkinan punya anak 50 persen pembawa sifat dan 50 persen normal. Bagi seseorang dengan thalassaemia mayor yang menikah dengan orang normal maka mereka akan memiliki kemungkinan punya anak 100 persen pembawa sifat.

Kedua kondisi tersebut masih bisa memiliki anak kandung. Untuk menghindari hal ini dan sebagai langkah awal pencegahan, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sangat penting dilakukan.

Sayuran yang Harus Dihindari

Sayuran pada dasarnya sehat untuk dikonsumsi. Tetapi dengan olahan atau cara masak yang tidak sehat, gizi dalam sayur hilang atau sayuran justru mengandung pemanis serta bahan pengawet.

Sangat penting untuk mengetahui olahan sayuran yang sebaiknya Anda hindari, seperti dilansir dari Healthmeup.com berikut. Tentunya, agar
Anda terhindar dari mengonsumsi sayuran yang tidak sehat.

1. Keripik sayuran
Ada beberapa produk keripik sayuran yang beredar di pasaran. Rasanya memang jauh lebih nikmat. Tetapi Anda perlu tahu kalau keripik tersebut diolah dengan banyak minyak serta bumbu penyedap serta garam. Nutrisi alami yang terkandung didalamnnya kemungkinan besar berkurang banyak, bahkan hilang.

2. Sayur dengan saus salad berkalori tinggi
Sayuran dalam sajian menu salad biasanya merupakan sayuran segar yang hanya diolah dengan direbus atau mentah. Nilai nutrisinya masih sangat tinggi. Tetapi, juga harus diperhatikan saus saladnya. Biasanya saus salad terbuat dari bahan krim kental berlemak, seperti
mayonaise atau cream cheese. Sebaiknya pilih saus salad yang berbahan dasar minyak zaitun dan perasan jeruk lemon.

3. Sup sayur kalengan
Sayur kalengan bisa dengan mudah Anda peroleh di supermarket. Dari segi waktu, memang lebih efisien dan praktis. Tetapi, jangan terlalu sering mengonsumsinya. Itu karena kandungan garam, penyedap rasa hingga pemanis buatan pada sayur kalengan cenderung tinggi.

Fakta Seputar Vertigo

Apakah penyakit vertigo? Bagaimana gejala-gejalanya dan pengobatannya?

Vertigo merupakan penyakit dengan gejala rasa pusing dan berat di kepala. Saat serangan penderita vertigo bahkan merasakan sensasi seolah-olah lingkungan di sekeliling berputar-putar.

Seperti dikutip dari Daily Mail, vertigo biasanya merupakan tanda penyakit lain pada tubuh pasien. Namun bisa juga, vertigo berhubungan dengan radang telinga bagian dalam (labyrinthitis), atau infeksi telinga.

Vertigo kronis disebut Meniere. Penderitanya rutin mengalami pingsan dan muntah serta telinga berdenging. Untuk meredakan serangan vertigo, para dokter sering meresepkan obat antihistamin. Namun tak menjamin dapat mengendalikan serangan vertigo.

Sebuah studi menemukan, asupan makanan penting untuk menghindari serangan vertigo. Para penderita vertigo sebaiknya menghindari gula dan makanan lain yang melepaskan gula dengan cepat ke dalam aliran darah seperti roti putih, nasi putih, dan kentang. Makanan ini mengganggu keseimbangan gula dalam darah yang makin memperburuk serangan.

Sebaiknya pilih gula yang lamban dicerna tubuh seperti roti gandum, beras merah, daging, ikan, buah-buahan dan sayuran. Hal lain yang akan membantu, adalah menjaga tingkat gula darah. Makan camilan sehat seperti buah segar dan kacang di antara makan besar akan menstabilkan gula darah.

Vertigo juga berhubungan dengan berkurangnya aliran darah ke telinga bagian dalam. Salah satu pengobatan alternatif untuk vertigo adalah ramuan Ginkgo biloba. Tumbuhan ini meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh serta mendukung sel untuk menghasilkan energi.

Dalam sebuah penelitian, sekitar setengah dari kelompok penderita vertigo yang mengasup gingko biloba secara teratur selama tiga bulan dapat bebas dari gejala-gejala vertigo. “Dosis standar biloba sebesar 40 mg, tiga kali sehari atau 60 mg, dua kali sehari,” ucap peneliti.

Apakah penyakit vertigo? Bagaimana gejala-gejalanya dan pengobatannya?

Vertigo merupakan penyakit dengan gejala rasa pusing dan berat di kepala. Saat serangan penderita vertigo bahkan merasakan sensasi seolah-olah lingkungan di sekeliling berputar-putar.

Seperti dikutip dari Daily Mail, vertigo biasanya merupakan tanda penyakit lain pada tubuh pasien. Namun bisa juga, vertigo berhubungan dengan radang telinga bagian dalam (labyrinthitis), atau infeksi telinga.

Vertigo kronis disebut Meniere. Penderitanya rutin mengalami pingsan dan muntah serta telinga berdenging. Untuk meredakan serangan vertigo, para dokter sering meresepkan obat antihistamin. Namun tak menjamin dapat mengendalikan serangan vertigo.

Sebuah studi menemukan, asupan makanan penting untuk menghindari serangan vertigo. Para penderita vertigo sebaiknya menghindari gula dan makanan lain yang melepaskan gula dengan cepat ke dalam aliran darah seperti roti putih, nasi putih, dan kentang. Makanan ini mengganggu keseimbangan gula dalam darah yang makin memperburuk serangan.

Sebaiknya pilih gula yang lamban dicerna tubuh seperti roti gandum, beras merah, daging, ikan, buah-buahan dan sayuran. Hal lain yang akan membantu, adalah menjaga tingkat gula darah. Makan camilan sehat seperti buah segar dan kacang di antara makan besar akan menstabilkan gula darah.

Vertigo juga berhubungan dengan berkurangnya aliran darah ke telinga bagian dalam. Salah satu pengobatan alternatif untuk vertigo adalah ramuan Ginkgo biloba. Tumbuhan ini meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh serta mendukung sel untuk menghasilkan energi.

Dalam sebuah penelitian, sekitar setengah dari kelompok penderita vertigo yang mengasup gingko biloba secara teratur selama tiga bulan dapat bebas dari gejala-gejala vertigo. “Dosis standar biloba sebesar 40 mg, tiga kali sehari atau 60 mg, dua kali sehari,” ucap peneliti.